Hiburan atau Tuntunan?
Tulisan ini terinspirasi dari Habib Idrus Alaydrus saat menyampaikan ceramah di Majelis Rasulullah saw Jatim pada tanggal 29 Juli 2019
Beliau menyampaikan bahwa saat hadir di majelis kita harus tau. apakah majelis itu sebagai hiburan atau tuntunan. sebelum saya lanjutkan... menurut kalian hadir di majelis, merupakan sebagai hiburan atau tuntunan? .-.
Jika majelis hanya sebuah hiburan, maka di majelis kita hanya mendapat kesenangan saja. jika majelis merupakan tuntunan maka yang kita dapatkan adalah ilmu-ilmu.
Jadiii
.
.
.
.
.
.
. Sebenarnya dalam majelis, yang diperoleh adalah keduanya baik hiburan maupun tuntunan kita bisa dapatkan. Hiburan karena dalam majelis hati kita dapat terhibur :D. Tuntunan, karena hadir majelis merupakan tuntunan nabi saw ^^ dan dalam majelis kita mendapatkan ilmu-ilmu tuntunan nabi saw.
Terlebih pada majelis yang dibacakan Al-Qur'an, dzikir dan qasidah. Al-Qur'an berisi firman-firman dari Allah swt untuk makhluknya. Al-Qur'an umpama tali yang menjulur dari langit sampai bumi. Siapa yang berpegang teguh maka akan sampai, siapa yang tidak berpegang maka akan lepas dari Allah swt. Saat bedzikir dalam mejelis, saat itulah kita mengingat Allah swt :" dengan mengingat Allah swt maka menjadi terluhurkan jiwa kita, dari yang awalnya dalam kegelapan dan kehinaan. Setelah seharian sibuk dan lalai dari mengingat-Nya. Lalu pada qasidah-qasidah yang dibacakan. harus kita tau, bahwa qasidah ini merupakan ungkapan kasih sayang mereka (orang-orang sholeh) kepada Allah dan Rasul saw. Tim hadrah adalah jantungnya majelis. oleh karena itu (tim hadrah) baik yang vokal maupun yang memegang alat harus berusaha semaksimal mungkin menyambungkan ikatan kepada Allah dan Nabi saw. Dengan bersambungnya ikatan kita kepada Allah dan Nabi saw, maka turunlah berbagai kemuliaan. Sebagaimana dikisahkan bahwa Imam Abdullah al Haddad, saat beliau melantunkan qasidah maka Allah swt turunkan kemuliaan sehingga satu juta orang yang mendengar qasidah beliau masuk Islam dengan suka rela. Hal tersebut karena tersambungnya hati beliau kepada Allah swt dan baginda Muhammad saw. Dari kisah tersebut kita dapat mengetahui betapa mulianya hati yang tersambung dengan Allah dan RasulNya. :)
Semoga Allah jaga hati kita agar selalu terhubung denganNya dan RasulNya. dan agar terhindar dari penyakit hati yang menyebabkan kebangkrutan di akhirat. Aamiin
Yang baca wajib mengaminkan yaa 😂
Mohon koreksinya, apabila ada kesalahan 🙏 😊 Terima Kasih

Komentar
Posting Komentar